Oleh : R. Fikri abdillah**
Baru-baru ini, di dunia maya ramai-ramai membicarakan tentang partikel
tuhan. Mendengarkan namanya saja mungkin akan memunculkan berbagai spekulasi di
dalam alam pikir kita. Partikel sejauh ini hanya sebatas pada material saja.
Lalu kemudian di tahun 2012 ini ditemukan partikel yang penggandeng dzat yang
maha kuasa, yaitu tuhan. Suatu temuan yang menyedot perhatian aktifis dunia
maya kala itu.
Layaknya sebuah penemuan, dalam pemenuan ini juga terjadi pro dan kontra
yang menyelimutinya. Baik tentang nama penemunya, nama temuannya maupun tempat
asal barang temuan serta dampaknya untuk keselarasan dunia saint kedepannya.
Ada juga indikasi, jika partikel ini benar adanya, maka teori-teori tetang
evolusi akan hacur dan diiringi dengan menguatnya teori penciptaan alam
semesta.
Direktur European
Organization for Nuclear Research, Rolf Heuer mengungkapkan bahwa penemuan baru
ini—partikel
tuhan konsisten dengan Higgs boson yang telah lama dicari. CERN telah membuat lompatan besar dalam pemahaman manusia kebanyakan tentang semesta (kantor
berita AFP, Rabu (4/7/2012)).
Pencarian Partikel
Tuhan atau Higgs Boson memang sudah sampai pada salah satu
titik yang membahagiakan. Pada tanggal Rabu, 4 Juli 2012, ilmuwan Organisasi Eropa untuk Riset Nuklir (CERN) mengumumkan
keberhasilannya menemukan partikel baru yang konsisten dengan Higgs boson.
Higgs boson adalah suatu landasan
konseptual yang dicetuskan oleh Peter Higgs, seorang ilmuwan dari Inggris.
Yaitu partikel misterius yang selama ini hanya eksis
dalam teori. Pencarian Higgs boson berguna untuk mensahihkan Standar Model
Fisika Partikel, terutama menerangkan mengapa suatu partikel memiliki massa dan
yang lain tidak.
Diketahui, pada masa
awal semesta, tepatnya setelah Big Bang, semua partikel tidak memiliki massa.
lalu pada saat semesta mendingin, gaya yang disebut medan Higgs terbentuk
bersama Higgs boson. Interaksi dengan Higgs boson menentukan apakah partikel
akan memiliki massa.
Jika interaksi dengan
Higgs boson semakin kuat, maka partikel tersebut akan memiliki massa yang
semakin besar. Sebaliknya, jika berhasil lolos dari pengaruh Higgs boson, maka
partikel takkan memiliki massa. Contoh yang tidak memiliki massa adalah foton
cahaya.
Medan Higgs dan Higgs
boson begitu penting. Tanpa adanya medan Higgs, semesta akan menjadi tempat
yang sangat berbeda. Atom sulit terbetuk dan ikatan kimia pun demikian.
Tanpanya, planet, galaksi dan tentunya makhluk hidup takkan mungkin tercipta.
Perburuan Higgs boson
di CERN dilakukan oleh dua eksperimen, Compact Muon Solenoid (CMS) dan A
Toroidal LHC Apparatus (ATLAS). Perburuan dilakukan dengan menumbukkan partikel
dan mengobservasi adanya Higgs boson. Higgs boson sendiri tak diamati secara
langsung sebab umurnya pendek. yang diobservasi ialah jejaknya.
Hasil eksperimen CMS
yang diumumkan hari ini menyatakan bahwa mereka telah menemukan partikel dengan
massa 125,3 gigaelectrovolt (GeV), sekitar 133 kali lebih lebih besar
dibandingkan massa proton yang tersimpan dalam setiap atom. Sementara hasil
eksperimen ATLAS menunjukkan massa 126 GeV.
Kesahihan hasil
analisis dinyatakan dalam signifikansi statistik. Untuk CMS, signifikansinya
adalah 4,9 sigma, berarti peluang hasil salah adalah 1 dibanding 2 juta.
Sementara, signifikansi ATLAS adalah 5 sigma, berarti kemungkinan hasil salah
adalah 1 dibanding 3,5 juta. Hasil ini cukup meyakinkan ilmuwan bahwa mereka
menemukan boson.
Dalam pengumuman
hasil riset kali ini, ilmuwan menyatakan bahwa mereka menemukan partikel yang
konsisten dengan Higgs boson. Hal ini berarti bahwa para ilmuwan belum yakin
bahwa boson yang ditemukan adalah Higgs boson atau Partikel Tuhan.
"Ini mungkin
Higgs boson, tetapi mungkin juga sesuatu yang lebih besar, yang akan membuak
pintu menuju teori baru yang melampaui Standar Model," ungkap Anthony
Thomas dari University of Adelaide yang diamini oleh fisikawan CERN, Yves
Sirois.
Terlepas tentang keberadaan partikel ini nyata ataupun tidak, karena masih
dilanjutkan dengan pencarian-pencarian lain serta penelitian pun terus
berlanjut. Kita patut mengambil suatu pelajaran darinya. Perlu adanya muhasabah
diri serta analisa diri agar pada masa yang akan datang kita bisa menjadi
manusia yang lebih super lagi dari hari ini. salah satunya dengan menelaah
seluruh aktifitas kita sehari-hari dengan menjadikan setiap langkah kita
sebagai lahan pembelajaraan bukan sebagai tujuan. Begitu seterusnya sehingga
dapat terus mengasah kelincahan kita dalam memperdalam ilmu.
*disusun dari berbagai sumber
**Mahasiswa jurusan PBA semester II
UIN Maliki Malang

0 comments:
Post a Comment