Tuesday, 17 July 2012

Telah Ditemukan: Partikel Tuhan*

Leave a Comment


Oleh : R. Fikri abdillah**



Baru-baru ini, di dunia maya ramai-ramai membicarakan tentang partikel tuhan. Mendengarkan namanya saja mungkin akan memunculkan berbagai spekulasi di dalam alam pikir kita. Partikel sejauh ini hanya sebatas pada material saja. Lalu kemudian di tahun 2012 ini ditemukan partikel yang penggandeng dzat yang maha kuasa, yaitu tuhan. Suatu temuan yang menyedot perhatian aktifis dunia maya kala itu. 
Layaknya sebuah penemuan, dalam pemenuan ini juga terjadi pro dan kontra yang menyelimutinya. Baik tentang nama penemunya, nama temuannya maupun tempat asal barang temuan serta dampaknya untuk keselarasan dunia saint kedepannya. Ada juga indikasi, jika partikel ini benar adanya, maka teori-teori tetang evolusi akan hacur dan diiringi dengan menguatnya teori penciptaan alam semesta.
Direktur European Organization for Nuclear Research, Rolf Heuer mengungkapkan bahwa penemuan baru ini—partikel tuhan konsisten dengan Higgs boson yang telah lama dicari. CERN telah membuat lompatan besar dalam pemahaman manusia kebanyakan tentang semesta (kantor berita AFP, Rabu (4/7/2012)).
Pencarian Partikel Tuhan atau Higgs Boson memang sudah sampai pada salah satu titik yang membahagiakan. Pada tanggal Rabu, 4 Juli 2012, ilmuwan Organisasi Eropa untuk Riset Nuklir (CERN) mengumumkan keberhasilannya menemukan partikel baru yang konsisten dengan Higgs boson.
Higgs boson adalah suatu landasan konseptual yang dicetuskan oleh Peter Higgs, seorang ilmuwan dari Inggris. Yaitu  partikel misterius yang selama ini hanya eksis dalam teori. Pencarian Higgs boson berguna untuk mensahihkan Standar Model Fisika Partikel, terutama menerangkan mengapa suatu partikel memiliki massa dan yang lain tidak.
Diketahui, pada masa awal semesta, tepatnya setelah Big Bang, semua partikel tidak memiliki massa. lalu pada saat semesta mendingin, gaya yang disebut medan Higgs terbentuk bersama Higgs boson. Interaksi dengan Higgs boson menentukan apakah partikel akan memiliki massa.
Jika interaksi dengan Higgs boson semakin kuat, maka partikel tersebut akan memiliki massa yang semakin besar. Sebaliknya, jika berhasil lolos dari pengaruh Higgs boson, maka partikel takkan memiliki massa. Contoh yang tidak memiliki massa adalah foton cahaya.
Medan Higgs dan Higgs boson begitu penting. Tanpa adanya medan Higgs, semesta akan menjadi tempat yang sangat berbeda. Atom sulit terbetuk dan ikatan kimia pun demikian. Tanpanya, planet, galaksi dan tentunya makhluk hidup takkan mungkin tercipta.
Perburuan Higgs boson di CERN dilakukan oleh dua eksperimen, Compact Muon Solenoid (CMS) dan A Toroidal LHC Apparatus (ATLAS). Perburuan dilakukan dengan menumbukkan partikel dan mengobservasi adanya Higgs boson. Higgs boson sendiri tak diamati secara langsung sebab umurnya pendek. yang diobservasi ialah jejaknya.
Hasil eksperimen CMS yang diumumkan hari ini menyatakan bahwa mereka telah menemukan partikel dengan massa 125,3 gigaelectrovolt (GeV), sekitar 133 kali lebih lebih besar dibandingkan massa proton yang tersimpan dalam setiap atom. Sementara hasil eksperimen ATLAS menunjukkan massa 126 GeV.
Kesahihan hasil analisis dinyatakan dalam signifikansi statistik. Untuk CMS, signifikansinya adalah 4,9 sigma, berarti peluang hasil salah adalah 1 dibanding 2 juta. Sementara, signifikansi ATLAS adalah 5 sigma, berarti kemungkinan hasil salah adalah 1 dibanding 3,5 juta. Hasil ini cukup meyakinkan ilmuwan bahwa mereka menemukan boson.
Dalam pengumuman hasil riset kali ini, ilmuwan menyatakan bahwa mereka menemukan partikel yang konsisten dengan Higgs boson. Hal ini berarti bahwa para ilmuwan belum yakin bahwa boson yang ditemukan adalah Higgs boson atau Partikel Tuhan.
"Ini mungkin Higgs boson, tetapi mungkin juga sesuatu yang lebih besar, yang akan membuak pintu menuju teori baru yang melampaui Standar Model," ungkap Anthony Thomas dari University of Adelaide yang diamini oleh fisikawan CERN, Yves Sirois.
Terlepas tentang keberadaan partikel ini nyata ataupun tidak, karena masih dilanjutkan dengan pencarian-pencarian lain serta penelitian pun terus berlanjut. Kita patut mengambil suatu pelajaran darinya. Perlu adanya muhasabah diri serta analisa diri agar pada masa yang akan datang kita bisa menjadi manusia yang lebih super lagi dari hari ini. salah satunya dengan menelaah seluruh aktifitas kita sehari-hari dengan menjadikan setiap langkah kita sebagai lahan pembelajaraan bukan sebagai tujuan. Begitu seterusnya sehingga dapat terus mengasah kelincahan kita dalam memperdalam ilmu.


*disusun dari berbagai sumber
**Mahasiswa jurusan PBA semester II
UIN Maliki Malang
If You Enjoyed This, Take 5 Seconds To Share It

0 comments:

Post a Comment