Friday, 17 August 2012

Touring di Purnama Ramadlan

Leave a Comment
Oleh : R. Fikri Abdillah*

 

Menghadapi pertengahan bulan Ramadlan, Tanggal 2-3 Agustus 2012, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Lembaga Kajian Penelitian dan Pengambangan Mahasiswa (LKP2M) Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang mengadakan kegiatan yang dinamakan dengan “Tour Padang Bulan”. Acara yang termasuk dalam rangkaian kegiatan “Marhaban Ya Ramadlan” di bulan Ramadlan 1433 Hijriyah ini sangat berkontribusi dalam merekatkan emosional para anggota LKP2M.
Marhaban Ya Ramadlan adalah rangkaian abara yang telah terealisasi sejak pembukaannya tanggal 23 Juni-10 Agustus 2012 dengan diakhiri Bazar Buku Ramadlan di penghujung acaranya. 
 
Selain Tour Padang Bulan dan Bazar Buku Ramadlan, juga ada juga kegiatan yang telah rampung. yakni Sekolah Filsafat yang diisi oleh Ach. Dlofir Zuhry dari Sekolah Tinggi Filsafat (STF) Al-Farabi Kepanjen, Bedah Buku “Mahar Seribu Masjid”, dan bedah Film.
Yang menarik dalam salah satu rangkaian acara ini adalah Tour Padang Bulan. Perjalanan yang bertepatan dengan munculnya bulan purnama ini bertujuan untuk menghadiri pengajian “Padhangmbulan” yang diasuh oleh Emha Ainun Najib (Cak Nun). 
 
Acara ini mempunyai kesan tersendiri bagi para anggota yang ikut dalam rombongan Tour. Karena ada beberapa kejadian yang terjadi di luar dugaan. 
 
Seperti ketika selesai pengajian. Karena sudah malam, para rombongan singgah di pelataran masjid Ar-Ridlo Mojoagung. Setelah sahur menjelang waktu subuh rombongan telah bersiap-siap melakukan jama’ah sholah subuh. anehnya setelah sholat, ada salah satu dari anggota rombongan yang kehilangan barang berupa HP lengkap dengan dompet di saku celananya yang di taruh tepat di pojokan masjid.
Tidak habis pikir siapa orang yang melakukan pencurian di bulan suci ini. bukannya meningkatkan amal ibadah dan kebaikan. Tetapi malah menodai Ramadlan dengan mengambil barang yang bukan haknya.
Tak berhenti sampai disitu, ketika matahari mulai merankak naik, rombongan melanjutkan perjalanan ke makam Presiden ke-4 Republik Indonesia yakni Gus Dur. Yang terjadi adalah salah satu motor yang dikendari anggota rombongan mengalami kekempesan ban belakang. Dan anehnya tidak hanya sekali, tetapi dua kali.
Akhirnya waktu kempes untuk ketiga kalinya ban belakang motornya diganti dengan ban yang baru saat perjalanan dilanjutkan menuju ke Blitar. Memang, Tour Padang Bulan tidak hanya ditujukan untuk menghadiri pengajian Cak Nun dan melawat ke Tebuireng saja, tetapi juga mengenang jasa Sang Proklamator sekaligus Presiden Pertama Republik Indonesia ini, yaitu DR.Ir.Soekarno.
Jika kita cermati, Perjalanan ini mengajarkan kepada kita semua tentang arti sebuah perjalanan. Betapa hidup ini penuh dengan perjalanan-perjalanan dari suatu masa ke masa, dari kecil sampai besar, dan dari pra sukses menuju kesuksesan.

Perjalanan ini juga mengajarkan kepada kita tentang sebuah kesabaran dalam segala cobaan. Karena tidak bisa dipungkiri bahwa semua orang akan selalu berada di “jalanan” yang akan terjadi banyak rintangan dan godaan didalamnya.
Nabi Muhammad SAW juga melakukan sebuah perjalanan sebagai tombak kejayaan Islam pada waktu itu. Dengan melakukan hijrah dari Makkah menuju kota Madinah, Nabi melakukan perjalanan untuk penyebaran agama Islam karena sulit berkembangnya Islam di Makkah. Wallahua’lam, ternyata di Madinah, Islam disamput dengan senyuman dan lapang dada oleh penduduk di kota itu.
If You Enjoyed This, Take 5 Seconds To Share It

0 comments:

Post a Comment