Oleh
: R. Fikri Abdillah*
Menghadapi
pertengahan bulan Ramadlan, Tanggal 2-3 Agustus 2012, Unit Kegiatan
Mahasiswa (UKM) Lembaga Kajian Penelitian dan Pengambangan Mahasiswa
(LKP2M) Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang
mengadakan kegiatan yang dinamakan dengan “Tour Padang Bulan”.
Acara yang termasuk dalam rangkaian kegiatan “Marhaban Ya Ramadlan”
di bulan Ramadlan 1433 Hijriyah ini sangat berkontribusi dalam
merekatkan emosional para anggota LKP2M.
Marhaban
Ya Ramadlan adalah rangkaian abara yang telah terealisasi sejak
pembukaannya tanggal 23 Juni-10 Agustus 2012 dengan diakhiri Bazar
Buku Ramadlan di penghujung acaranya.
Selain
Tour Padang Bulan dan Bazar Buku Ramadlan, juga ada juga kegiatan
yang telah rampung. yakni Sekolah Filsafat yang diisi oleh Ach.
Dlofir Zuhry dari Sekolah Tinggi Filsafat (STF) Al-Farabi Kepanjen,
Bedah Buku “Mahar Seribu Masjid”, dan bedah Film.
Yang
menarik dalam salah satu rangkaian acara ini adalah Tour Padang
Bulan. Perjalanan yang bertepatan dengan munculnya bulan purnama ini
bertujuan untuk menghadiri pengajian “Padhangmbulan” yang diasuh
oleh Emha Ainun Najib (Cak Nun).
Acara
ini mempunyai
kesan tersendiri bagi para anggota yang ikut dalam rombongan Tour.
Karena ada beberapa kejadian yang terjadi di luar dugaan.
Seperti
ketika selesai pengajian. Karena sudah malam, para rombongan singgah
di pelataran masjid Ar-Ridlo Mojoagung. Setelah sahur menjelang waktu
subuh rombongan telah bersiap-siap melakukan jama’ah sholah subuh.
anehnya setelah sholat, ada salah satu dari anggota rombongan yang
kehilangan barang berupa HP lengkap dengan dompet di saku celananya
yang di taruh tepat di pojokan masjid.
Tidak
habis pikir siapa orang yang melakukan pencurian di bulan suci ini.
bukannya meningkatkan amal ibadah dan kebaikan. Tetapi malah menodai
Ramadlan dengan mengambil barang yang bukan haknya.
Tak
berhenti sampai disitu, ketika matahari mulai merankak naik,
rombongan melanjutkan perjalanan ke makam Presiden ke-4 Republik
Indonesia yakni Gus Dur. Yang terjadi adalah salah satu motor yang
dikendari anggota rombongan mengalami kekempesan ban belakang. Dan
anehnya tidak hanya sekali, tetapi dua kali.
Akhirnya
waktu kempes untuk ketiga kalinya ban belakang motornya diganti
dengan ban yang baru saat perjalanan dilanjutkan menuju ke Blitar.
Memang, Tour Padang Bulan tidak hanya ditujukan untuk menghadiri
pengajian Cak Nun dan melawat ke Tebuireng saja, tetapi juga
mengenang jasa Sang Proklamator sekaligus Presiden Pertama Republik
Indonesia ini, yaitu DR.Ir.Soekarno.
Jika
kita cermati, Perjalanan ini mengajarkan kepada kita semua tentang
arti sebuah perjalanan. Betapa hidup ini penuh dengan
perjalanan-perjalanan dari suatu masa ke masa, dari kecil sampai
besar, dan dari pra sukses menuju kesuksesan.
Perjalanan
ini juga mengajarkan kepada kita tentang sebuah kesabaran dalam
segala cobaan. Karena tidak bisa dipungkiri bahwa semua orang akan
selalu berada di “jalanan” yang akan terjadi banyak rintangan dan
godaan didalamnya.
Nabi
Muhammad SAW juga melakukan sebuah perjalanan sebagai tombak kejayaan
Islam pada waktu itu. Dengan melakukan hijrah dari Makkah menuju kota
Madinah, Nabi melakukan perjalanan untuk penyebaran agama Islam
karena sulit berkembangnya Islam di Makkah. Wallahua’lam, ternyata
di Madinah, Islam disamput dengan senyuman dan lapang dada oleh
penduduk di kota itu.

0 comments:
Post a Comment